Menu

Mode Gelap
Milenial Tanbu Rela Keluarkan Dana Pribadi Untuk Bersihkan Jalan Desa Satiung Waket DPRD Tanbu Sebut Generasi Muda Harus Ikut Berkontribusi Untuk Negeri Tanbu Launching Gerakan Pengibaran 5.000 Bendera Merah Putih Semarakan HUT RI Ke-78 Eksekutif Sampaikan KUA PPAS Perubahan Tahun 2023 Dinas PUPR Gelar Pembinaan Tekhnis Infrastruktur Persampahan.

Advetorial · 30 Des 2023 12:31 WIB ·

Hari Libur, Bupati Tanbu Sempatkan Ziarah ke Raja Pulau Laut dan Guru-guru di Kotabaru


 Hari Libur, Bupati Tanbu Sempatkan Ziarah ke Raja Pulau Laut dan Guru-guru di Kotabaru Perbesar

BATULICIN – Meski berada dihari libur dan penghujung tahun, Bupati Tanah Bumbu dr HM Zairullah Azhar, menyempatkan diri untuk ziarah ke makam pendahulu dan guru-guru di Kabupaten Kotabaru.

Sebagaimana diketahui, sosok Zairullah Azhar adalahnseorang agamis, sering melaksanakan ziarah dan ditengah kesibukannya sekarang sebagai Bupati Tanah Bumbu, ia selalu menyempatkan diri untuk ziarah tanpa kenal lelah.

Hampir semua di daerah Kalimantan Selatan, Zairullah ziarah ke makam guru-guru, aulia dan Wali Allah, hingga para perjuang.

Bahkan dipenghujung tahun dilibur hari kerja, Sabtu (30/12/2023), Zairullah ziarah ke makam Raja Pulau Laut Kotabaru yakni Pangeran Jaya Sumitra, yang berada di Desa Sigam Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru.

Selain itu, Zairullah juga mengunjungi makam KH Sulaiman Nain dan sejumlah Tokoh pendahulu. Yang mana, ziarah kali ini didampingi Plh Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, H Eka Saprudin, juga turut didampingi Kadiskominfo SP Tanbu, Alhusain Mardani, KrpalaDinas Pariwisata H Syamsuddin, Kasatpol PP Syaikul Ansyari dan sejumlah pejabat dilingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Saat ziarah, Zairullah dan rombongan mendoakan para pendahulu dan para wali Allah itu.

Kadis Kominfo SP Tanbu, Alhusain Mardani, mengatakan kegiatan ziarah ini memang menjadi kebiasaan Bupati Tanah Bumbu dr HM Zairullah Azhar. Meski hari libur, bupati selalu menyempatkan diri untuk ziarah.

” Sabda Rasulullah, orang yang ziarah ke makam wali, diikuti 70 ribu malaikat. 70 ribu malaikat ini diperintah Allah mendoakan mereka (orang yang ziarah) dan juga salah satu keberkahan hidup adalah menziarahi wali-wali, pendahulu kita termasuk orangtua dan guru-guru kita, ” kata Husain.

Sekadar diketahui, Pangeran Jaya Sumitra merupakan raja pertama di kerajaan Pulau Laut, Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Silsilah Pangeran Jaya Sumitra ini ternyata masih keturunan dari petinggi dua kesultanan di Borneo dan Raja Kusan.

Dalam darah Pangeran Jaya Sumitra mengalir trah Kesultanan Banjar dan Kerajaan Paser.

Pangeran sendiri merupakan putera dari Pangeran H Musa. Ia merupakan adik ipar dari Sultan Adam Al-Watsiq Billah, Sultan Banjar periode 1825-1857.

Foto : Net

Sementara dari perkawinan Ratu Salamah binti Sultan Sulaiman, lahirlah Pangeran Panji, Pangeran Muhammad Nafis, Pangeran Jaya Sumitra dan Pangeran Abdul Kadir.

Pada tahun 1845, Pangeran Jaya Sumitra menjadi Raja Kusan lV.

Pangeran kemudian mengambil keputusan untuk memindahkan pusat kekuasaannya ke Pulau Laut. Tepatnya di Salino, yang saat ini masuk wilayah Kecamatan Pulau Laut Tengah.

Meski begitu, wilayah kekuasaannya masih membawahi wilayah Kusan dan Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu.

Daftar Raja kerajaan Pulau Laut

Sejak tahun 1855 Landschap Koesan mencakup daerah Batulicin dan Pulau Laut.

* 1850 – 1861: Raja Pulau Laut I : Pangeran Jaya Sumitra bin Pangeran Muhammad Nafis dari Kerajaan Kusan,
* 1861 – 1873: Raja Pulau Laut II : Pangeran Abdul Kadir bin Pg. Muhammad Nafis. Pada tahun 1849 ia menikahi Aji Tukul/Ratu Intan II/Ratu Agung,
* 1873 – 1881: Raja Pulau Laut III : Pangeran Berangta Kasuma bin Pg Abdul Kadir,
* 1881 – 1900: Raja Pulau Laut IV : Pangeran Amir Husin Kasuma bin Pg. Berangta Kasuma,
* 1900 – 1903: Penjabat Raja Pulau Laut : Pangeran Abdurrahman Kasuma bin Berangta Kasuma (10 Januari 1900 – 7 Januari 1903),
* 1903 – 1903: Penjabat sementara Raja Pulau Laut : Pangeran M. Aminullah Kasuma bin Pg. Amir Husin Kasuma ( 7 Januari 1903 – 3 April 1903), Kerajaan Pulau Laut dihapus, dimasukan langsung ke dalam Pemerintahan Hindia Belanda.
– Sumber / Source: Wiki

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Pemkab Tanbu Ikuti Rakoor Penataan Perizinan Sektor Tambang

28 Juni 2024 - 16:49 WIB

Zairullah Azhar Tinjau Lokasi Kebakaran, Janji Segera Lakukan Penanganan

28 Juni 2024 - 16:46 WIB

Raut Wajah Anak-anak Korban Kebakaran, Berubah Saat Kapolres Tanbu Hibur dan Bawa Banyak Mainan

27 Juni 2024 - 16:47 WIB

Kesulitan Air Bersih, Kapolres Tanbu AKBP Arief Letakkan Batu Pertama Sumur Bor di Desa Trimartani

25 Juni 2024 - 16:50 WIB

Warga Desa Trimartani Terima Program CSR PT Borneo Indobara Berupa Pengadan Sumber Air Bersih

25 Juni 2024 - 16:40 WIB

Zairullah Pastikan Jalan Alternatif KM 171 Secepatnya Diaspal, Anggarkan 13 Miliar

24 Juni 2024 - 16:54 WIB

Trending di Advetorial