Menu

Mode Gelap
Milenial Tanbu Rela Keluarkan Dana Pribadi Untuk Bersihkan Jalan Desa Satiung Waket DPRD Tanbu Sebut Generasi Muda Harus Ikut Berkontribusi Untuk Negeri Tanbu Launching Gerakan Pengibaran 5.000 Bendera Merah Putih Semarakan HUT RI Ke-78 Eksekutif Sampaikan KUA PPAS Perubahan Tahun 2023 Dinas PUPR Gelar Pembinaan Tekhnis Infrastruktur Persampahan.

Advetorial · 26 Jan 2024 01:06 WIB ·

BPS dan KominfoTanbu, Ekspose Nilai Tukar Petani


 BPS dan KominfoTanbu, Ekspose Nilai Tukar Petani Perbesar

BATULICIN – Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian (Diskominfosp) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat melakukan ekspose Nilai Tukar Petani (NTP).

Ekspose NTP bertempat di Ruang Rapat Diskominfosp Tanbu, Jumat (26/1/24).

Peserta ekspose terdiri dari Asisten, Komite Perencana Kabupaten Tanah Bumbu, SKPD terkait, BPS, dan Tenaha Ahli Penyusunan dan Analisis NTP BPS.

Kepala BPS Tanbu, Ihsan Nulhakim mengatakan tujuan ekspose ini untuk melihat perkembangan kesejahteraan petani.

Ia menambahkan, salah satu indikator kesejahteraannya yakni mengukur dari tingkat pendapatan dan pengeluaran petani.

NTP menunjukkan peningkatan kemampuan petani secara kesejahteraannya. Namun semakin tinggi nilai NTP maka semakin tinggi pula kesejahteraan secara relatif.

“Secara sederhana NTP itu menggambarkan daya beli pendapatan petani walaupun itu belum bisa mewakili semuanya,”pungkasnya.

NTP ini untuk mengukur kemampuan tukar produk yang di jual petani dengan produk yang di butuhkan petani dalam produksi dan konsusmsi rumah tangga.

Sementara itu Kadis Kominfosp Al Husain Mardani melalui Kabid Statistik dan Persandian, Dwi Teguh Effendi mengatakan ukuran atau indikator kesejahteraan petani terbagi dengan 3 komponen yakni pertanian tanaman pangan, perkebunan rakyat serta perikanan tangkap.

Tiga komponen ini yang paling rendah posisinya bahkan di bawah 100 atau nilai modal. Maka petani kita belum bisa di anggap sejahtera. Sehingga indikator inilah yang mengukurnya.

“Setelah mendapatkan angka diatas 100 dari 3 komponen tersebut maka di anggap bagus kesejahteraannya dan perlu ditingkatkan lagi,” sebutnya.

Namun kalau pertanian modalnya di bawah 100, tapi setelah di hitung dapatnya tidak sampai 100. Sementara itu harus diatas modal.

“Untuk mengatasi itu di harapkan peran lintas terkait sangat di butuhkan untuk merumuskan posisi petani yang tidak sejahtera agar menjadi sejahtera. Tentunya apa yang di kerjakan tidak lagi mengalami kerugian,” tutupnya.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Pemkab Tanbu Ikuti Rakoor Penataan Perizinan Sektor Tambang

28 Juni 2024 - 16:49 WIB

Zairullah Azhar Tinjau Lokasi Kebakaran, Janji Segera Lakukan Penanganan

28 Juni 2024 - 16:46 WIB

Raut Wajah Anak-anak Korban Kebakaran, Berubah Saat Kapolres Tanbu Hibur dan Bawa Banyak Mainan

27 Juni 2024 - 16:47 WIB

Kesulitan Air Bersih, Kapolres Tanbu AKBP Arief Letakkan Batu Pertama Sumur Bor di Desa Trimartani

25 Juni 2024 - 16:50 WIB

Warga Desa Trimartani Terima Program CSR PT Borneo Indobara Berupa Pengadan Sumber Air Bersih

25 Juni 2024 - 16:40 WIB

Zairullah Pastikan Jalan Alternatif KM 171 Secepatnya Diaspal, Anggarkan 13 Miliar

24 Juni 2024 - 16:54 WIB

Trending di Advetorial