Menu

Mode Gelap
Milenial Tanbu Rela Keluarkan Dana Pribadi Untuk Bersihkan Jalan Desa Satiung Waket DPRD Tanbu Sebut Generasi Muda Harus Ikut Berkontribusi Untuk Negeri Tanbu Launching Gerakan Pengibaran 5.000 Bendera Merah Putih Semarakan HUT RI Ke-78 Eksekutif Sampaikan KUA PPAS Perubahan Tahun 2023 Dinas PUPR Gelar Pembinaan Tekhnis Infrastruktur Persampahan.

Advetorial · 1 Agu 2023 01:42 WIB ·

BPBD Tanbu Bentuk Satgas Karhutla


 BPBD Tanbu Bentuk Satgas Karhutla Perbesar

BATULICIN – Dalam rangka siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kabupaten Tanah Bumbu akan membentuk Satuan Tugas (Satgas).

Demikian hasil dari Rakoor Penanganan Karhutla yang di gelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu (Tanbu). Selasa (1/8/2023) di Kantor Bupati, Batulicin.

Rapat yang di buka Bupati Zairullah Azhar melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Eka Saprudin juga menghasilkan kesepakatan bahwa Tanbu memasuki siaga karhutla.

Rakoor kali ini melibatkan SKPD terkait, TNI/Polri, Camat se-Tanbu, Manggala Agni, KPH Kusan, Basarnas, dan Pihak Perusahaan.

Eka Saprudin mengatakan rakoor untuk menyamakan persepsi dalam sebuah penanganan titik api. Sehingga tidak meluas bahkan merugikan pemukiman masyarakat ataupun kerusakan lingkungan.

“Melalui Rakor ini kami mengharapkan harus ada kesiapan dari BPBD, TNI/Polri, Unsur Pentahelix, Perusahaan, Kecamatan hingga Desa untuk menyiapkan satgas-satgas penanggulangan bencana, khususnya karhutla. Kemudian apabila terjadi bencana karhutla di desa agar langsung kordinasi ke kecamatan untuk di konfirmasi ke kabupaten”, ucapnya.

Dalam strategi pencegahan maka harus ada data titik air. Terutama memanfaatkan relawan-relawan yang sudah di latih oleh BPBD maupun perusahaan. Karena hal itulah yang menjadi faktor keberhasilan pemerintah untuk menanggulangi bencana.

“Prioritasnya agar terus memberi pembekalan pengetahuan kepada desa-desa untuk menyiapkan peralatan. serta wajib memiliki relawan, khususnya desa yang rawan karhutla,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tanbu, Sulhadi menyampaikan, bahwa musim terjadinya Karhtula di Tanah Bumbu memiliki siklus kejadian dalam 4 tahunan.

Lanjutnya, saat ini yang di takuti dunia adalah perubahan iklim yang menyebabkan frekuensi bencana alam dunia naik drastis.

Hal demikian menjadi sorotan kepada seluruh Indonesia termasuk negara tetangga, karena isu kabut asap ini akan menjadikan dampak buruk terhadap citra pemerintah.

“Kita semua wajib terlibat untuk melaksanakan pencegahan, pemetaan, penegakan hukum serta penangganan karhutla”, tutupnya. (Adi/Rel BPBD)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Pemkab Tanbu Ikuti Rakoor Penataan Perizinan Sektor Tambang

28 Juni 2024 - 16:49 WIB

Zairullah Azhar Tinjau Lokasi Kebakaran, Janji Segera Lakukan Penanganan

28 Juni 2024 - 16:46 WIB

Raut Wajah Anak-anak Korban Kebakaran, Berubah Saat Kapolres Tanbu Hibur dan Bawa Banyak Mainan

27 Juni 2024 - 16:47 WIB

Kesulitan Air Bersih, Kapolres Tanbu AKBP Arief Letakkan Batu Pertama Sumur Bor di Desa Trimartani

25 Juni 2024 - 16:50 WIB

Warga Desa Trimartani Terima Program CSR PT Borneo Indobara Berupa Pengadan Sumber Air Bersih

25 Juni 2024 - 16:40 WIB

Zairullah Pastikan Jalan Alternatif KM 171 Secepatnya Diaspal, Anggarkan 13 Miliar

24 Juni 2024 - 16:54 WIB

Trending di Advetorial