Menu ✖

Mode Gelap
Milenial Tanbu Rela Keluarkan Dana Pribadi Untuk Bersihkan Jalan Desa Satiung Waket DPRD Tanbu Sebut Generasi Muda Harus Ikut Berkontribusi Untuk Negeri Tanbu Launching Gerakan Pengibaran 5.000 Bendera Merah Putih Semarakan HUT RI Ke-78 Eksekutif Sampaikan KUA PPAS Perubahan Tahun 2023 Dinas PUPR Gelar Pembinaan Tekhnis Infrastruktur Persampahan.

Advetorial · 17 Jun 2025 11:45 WIB ·

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif Terima Sertifikat Eliminasi Malaria di APLMA ke-9


 Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif Terima Sertifikat Eliminasi Malaria di APLMA ke-9 Perbesar

BATULICIN,Inspirasibanua.com – Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, menerima sertifikat eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan RI dalam ajang Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination (APLMA) ke-9 yang digelar di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (17/6/2025).

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada daerah yang ia pimpin.

Ia menyatakan, pencapaian ini merupakan hasil dari kerja sama semua pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan bebas dari sarang nyamuk.

“Kami berkomitmen menjaga status eliminasi malaria ini dengan terus melakukan edukasi, pengawasan, dan intervensi cepat di lapangan. Sertifikat ini menjadi motivasi bagi kami untuk tetap waspada dan konsisten dalam upaya pencegahan penyakit,” ungkap Bupati.

Penghargaan ini, sambung Bupati, menjadi bukti keberhasilan Kabupaten Tanah Bumbu dalam mengendalikan dan menurunkan kasus malaria hingga mencapai standar eliminasi sesuai target nasional.

Sementara itu, Special Advisor APLMA sekaligus Presiden Keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kawasan Asia Pasifik mencatat 4,8 juta kasus malaria. Sebanyak 99,5 persen kasus tersebut terkonsentrasi di delapan negara: Afganistan, Bangladesh, India, Myanmar, Indonesia, Pakistan, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon.

“Kita dihadapkan pada kesenjangan pendanaan sebesar 4,3 miliar dolar. Di Asia Pasifik saja, kita membutuhkan tambahan 478,1 juta dolar agar tetap berada di jalur eliminasi yang benar,” tegas SBY.

Dari total kasus malaria di Asia Pasifik, Indonesia berkontribusi sekitar 12 persen. SBY menambahkan, tantangan yang dihadapi tidak hanya pada pendanaan, tetapi juga menyangkut koordinasi lintas negara dan tingkat partisipasi masyarakat.

“Namun saya percaya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Indonesia mampu menuntaskan misi kita untuk mengeliminasi malaria pada tahun 2030,” ucapnya penuh optimisme.

Kegiatan APLMA ke-9 ini dihadiri oleh para pemimpin negara, pejabat tinggi, dan lembaga mitra pembangunan dari kawasan Asia Pasifik yang memiliki kepedulian terhadap isu kesehatan, khususnya eliminasi malaria. (Rel)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Optimalisasi Pelayanan Publik, Pemkab Tanah Bumbu Renovasi Kantor Bupati

29 September 2026 - 23:51 WIB

Bupati Andi Rudi Latif Dorong IKM Tanah Bumbu Naik Kelas Lewat AKSI KEMAS

28 September 2026 - 11:19 WIB

Bupati Andi Rudi Latif Dukung Rehabilitasi Musholla Al-Washilah di Kersik Putih

28 September 2026 - 11:15 WIB

Bupati Andi Rudi Latif Bawa Lontara Pagatan Masuk Ingatan Kolektif Nasional 2026

25 September 2026 - 12:56 WIB

HKG ke-54 PKK Tanah Bumbu: Kuatkan Peran Keluarga Wujudkan Indonesia Emas 2045

23 September 2026 - 15:06 WIB

Bupati Andi Rudi Latif Dorong IKM Tanah Bumbu Naik Kelas Lewat AKSI KEMAS

23 September 2026 - 15:00 WIB

Trending di Advetorial